Beda Daging Sapi Beku Dan Sejuk

Daging sapi impor yang umumnya sampai ke Indonesia ini biasanya dalam dua keadaan, yaitu beku dan sejuk. Sebenarnya pada dasarnya kedua daging sapi ini sama-sama mengalami proses pendinginan oleh freezer khusus, namun tentu ada sedikit perbedaannya.

Daging sejuk (Chilled beef) itu disedot udaranya (vacuum) pada proses pembekuannya, oleh karena itu protein daing sapi yang terdapat didalamnya masih dapat terus mengalami proses perkembangan karena ada enzim di dalamnya. Sedangkan Daging beku (frozen beef), akan menghentikan enzim tersebut sehingga protein tak lagi dapat mengalami proses perkembangan.

 

Baca juga : Daging Sapi Untuk Bayi

 

Banyak orang berpendapat bahwa jika daging sapi beku sesungguhnya bukanlah daging segar, namun beda hal dengan daging sejuk. Proses pembungkusan kedap udara kemudian dilanjutkan dengan pendinginan selama 10-28 hari dibutuhkan untuk menjaga daging sapi agar tetap segar. Salah satu sumber supplier daging sapi berkualitas tinggi dari Australia ke Indonesia, menyebutkan butuh waktu maksimal 2 hingga 3 bulan agar daging sapi sejuk dari pertama disembelih, dikemas, didinginkan, dikirim lalu kemudian sampai ke negara kita Indonesia.

Dan selama pemrosesan daging sapi  yang membutuhkan waktu lama tersebut, daging sejuk tetap konsisten dalam soal ukurannya dan kualitasnya. Maka dari itu daging sapi sejuk lebih baik ketimbang daging sapi beku dari Australia. Meski pun harga daging sapi sejuk tentunya lebih mahal dari yang beku.  Daging sapi sejuk bahkan dapat bertahan hingga jangka waktu maksimal 3 bulan sejak ditangan para konsumen. Tapi jika daing sapi sejuk tadi terlalu lama tidak dimasak, proses perkembangan daging akan terlalu pesat. Sehingga Membuat daging sapi jadi bertekstur kering karena penyerapan air. Yang terbaik adalah langsung mengolah daging sapi sejuk tersebut. Untuk penyimpanan daging sapi sejuk pada lemari es suhu yang disarankan adalah 3-5 derajat celcius.

 

 

Beli daging sapi di eatmeat.co.id

Sharing Untuk Kebaikan :)